Pages: 1 2 3 >>

    06/10/08

    12:59:08 am, by Sulistyani Email , 167 words   Ind (Indonesia)
    Categories: Summary

    GLOBAL WOMEN’S MENTORING PARTNERSHIP At CHRYSLER 2-19 MAY 2008

    Tidak terasa sudah dua minggu lebih saya melakukan mentorship di Chrysler. Banyak pengalaman sekaligus pelajaran berharga yang saya dapat dari mentorship ini. Saya mendapatkan kesempatan bertemu dengan banyak orang dari berbagai unit dari berbagai level. Chrysler adalah perusahaan multikultur. Hal itu terlihat dari demografi karyawannya yang berasal dari berbagai negara dengan latar belakang kebudayaan yang beragam. Walaupun menurut saya bukan hal yang mudah menagani mereka semua dan menyatukannya. dalam naungan Chrysler, Chrysler berhasil melakukannya. Chrysler tidak hanya sangat menghargai keberagaman tersebut namun juga sangat mendukung dan memfasilitasinya. Hal ini terlihat dari terbentuknya beberapa organisasi karyawan seperti Women Forum dan CAN (Chrysler Asian Network) yang merupakan wujud dari komitmen Chysler terhadap keberagaman itu. Saya jadi teringat dengan proses merger Satelindo dan IM3 ke dalam Indosat yang juga membutuhkan usaha keras dari manajemen untuk menyatukan kultur perusahaan yang berbeda.

    Selama mentorship di Chrysler saya belajar banyak hal mengenai kebudayaan Amerika secara umum dan keberadaan Information Technology Management (ITM) dalam tubuh Chrysler.

    12:57:47 am, by Sulistyani Email , 435 words   Ind (Indonesia)
    Categories: Summary

    Information Technology Management (ITM) di Chrysler

    Saya mendapatkan banyak pelajaran mengenai pengelolaan ITM serta peran dan tanggung jawabnya dalam perusahaan. IT adalah elemen penting dalam Chrysler dan ITM menyokong semua pekerjaan perusahaan dengan selalu mencoba membangun cara yang termudah, terbaik, terefisien dan terefektif bagi seluruh aktivitas operasional perusahaan.

    Saya juga banyak bertemu, bertukar pikiran dan belajar mengenai proses kerja IT dan transfomasi yang saat ini sedang Chrysler lakukan, yang cukup sulit dan kompleks. ITM memiliki banyak program untuk berbagi pengetahuan serta keahlian di antara kalangan ITM Chrysler itu sendiri. Salah satu programnya adalah mentorship. Melalui program ini semua karyawan yang berada di ITM memiliki kesempatan untuk memperkaya pengetahuan dan keahlian mereka di luar bidang keahlian mereka, sehingga mereka tidak hanya menguasai keahlian mereka saja namun juga mengerti bidang keahlian lainnya. Hal ini sangat bermanfaat karena setiap orang memiliki kemampuan untuk menggantikan orang lain apabila yang bersangkutan sedang tidak ada. Hal yang sama sebenarnya juga sudah diterapkan di Indosat yang menganut nilai teamwork yang sangat kental untuk mengantisipasi agar sistem dan pekerjaan tetap bisa berjalan walaupun anggota tim berhalangan hadir.

    Selama di Chrysler saya juga berkesempatan mengunjungi call center-nya, dan mendapatkan informasi bagaimana Chrysler menangani dan melakukan layanan purna jual kepada end customer dan dealership-nya. Saya juga sempat mengunjungi salah satu dealer terbesar Chrysler dan mendapatkan kesan bahwa brand image Chrysler sangat kuat. Chrysler memasang segala hal yang terkait dengan logo atau gambar produk Chrysler dan seluruh brand-nya di setiap ruangan. Mereka juga memperlihatkan kepada saya bagaimana dealer tersebut memberikan pelayanan purna jual dan maintenance kepada para customernya. Selain itu saya juga mengunjungi salah satu Chrysler Assembly Plant (SHAP) yang memproduksi tiga jenis model Chrysler. Sebuah pengalaman yang sangat menarik karena saya dapat mengetahui bagaimana sebuah mobil diproduksi. Semuanya terlihat canggih, otomatis, dan terintegrasi satu sama lain dan saya melihat bagaimana semuanya saling berhubungan sehingga masalah yang terjadi di satu unit dapat mempengaruhi produktivitas secara keseluruhan.

    Di ketiga tempat ini saya melihat kegiatan yang dilakukan ITM untuk call center, dealership, dan SHAP (manufacturing) yang mempermudah pekerjaan. Saya mempelajari pentingnya peranan IT dalam sebuah perusahaan yang mempermudah pekerjaan setiap orang. Saya banyak mendapatkan contoh selama berada di divisi ITM yang bisa saya terapkan nanti di Indosat. Melihat bagaimana pentingnya peranan IT dalam operasional perusahaan dan mengetahui dampak negatif yang mungkin timbul bila terjadi problem IT/telekomunikasi, saya menjadi lebih mengerti dengan apa yang dirasakan dan dialami pelanggan Indosat bila terjadi gangguan dalam pelayanan kami. Dan hal tersebut mendorong saya untuk memberikan pelayanan purna jual yang lebih baik lagi dan cepat, sehingga pelanggan selalu merasa puas dengan produk dan pelayanan Indosat, dan pada akhirnya menjadi pelanggan yang loyal.

    12:39:46 am, by Sulistyani Email , 385 words   Ind (Indonesia)
    Categories: Summary

    Budaya orang Amerika

    Saya juga dapat mempelajari bagaimana orang Amerika melakukan bisnis atau pekerjaannya. Saya melihat bahwa mereka bekerja sangat struktural, terorganisasi dengan baik dan mempunyai rencana yang baik. Mereka selalu membuat panduan mengenai hal-hal apa saja yang dilakukan sebelum, saat dan sesudah sebuah pekerjaan/proyek. Mereka juga menyiapkan seluruh template yang diperlukan dari awal hingga akhir proses. Setiap karyawan harus mengikuti panduan tersebut sehingga setiap karyawan akan melalaui proses yang sama. Hal ini juga memudahkan setiap karyawan dalam melakukan pekerjaannya serta dapat lebih terlihat kemajuan di setiap tahapan sebuah proyek. Disamping itu, akan lebih mudah bagi karyawan lain untuk melanjutkannya proyek tersebut apabila yang bersangkutan berhalangan karena semuanya teratur sesuai panduan yang ada serta terdokumentasi.

    Mereka juga sangat team-work oriented. Apabila mereka memiliki proyek, mereka akan mengumpulkan sebanyak mungkin informasi dan tim yang mungkin terlibat dalam proyek tersebut. Mereka akan duduk bersama mendiskusikan bagaimana mereka akan mengeksekusi proyek tersebut dan juga menentukan time frame-nya. Pada saat proyek tersebut berjalan mereka akan mengevaluasi kemajuan yang telah mereka buat di setiap tahapannya.

    Saya melihat ciri khas orang Amerika cenderung practical personal. Mereka bukan tipe analisis. Mereka tidak banyak menghabiskan waktu untuk menganalisa sesuatu tetapi cenderung untuk segera mempraktekkannya dan membuat berbagai rencana/tindakan antisipasi apabila yang terjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan/direncanakan. Namun hal ini tidak berarti tidak melakukan analisis dan persiapan dengan baik.

    Saya belajar untuk melakukan pekerjaan secara terstruktur dan baik. Saya juga belajar bahwa panduan dan template yang disiapkan sebelum proyek dimulai sangat penting. Semua hal yang saya pelajari ini akan saya terapkan dalam pekerjaan keseharian saya untuk membantu saya lebih fokus dalam mencapai target pekerjaan.

    Selama mentorship ini saya mengamati ciri khas karakter orang Amerika. Saya melihat bahwa mereka menggunakan waktu dengan efektif karena buat mereka waktu adalah sesuatu yang berharga. Mereka sangat disiplin dan selalu membuat perencanaan untuk semua kegiatannya.

    Bagi orang Amerika privacy sangat penting dan harus dihargai oleh setiap orang. Mereka juga sangat ekspresif dan aktif dalam menyampaikan ide dan opininya dan sebaliknya mereka sangat terbuka dengan ide dan opini orang lain dan lebih mudah menerima perbedaan. Ketika mereka memiliki sesuatu yang ingin disampaikan atau rasakan mereka akan menyatakannya secara langsung (straight to the point). Bagi mereka lebih baik berterus terang diawal sekalipun untuk hal yang terburuk, agar mereka dapat memikirkan tindakan antisipasinya atau mencari alternatif rencana lainnya.

    12:37:35 am, by Sulistyani Email , 686 words   Ind (Indonesia)
    Categories: Summary

    Kesan dan Pesan

    Saya merasa bersyukur mendapatkan kesempatan mengetahui budaya orang lain di luar negara saya karena hal tersebut dapat memperkaya perspektif saya mengenai budaya orang lain. Sebagai hasilnya saya lebih mengerti latar belakang yang mempengaruhi tindakan, tingkah laku dan pola berpikir mereka dalam kehidupan bersosial. Salah satu kunci kesuksesan adalah kemampuan kita membangun network dan relationship. Kedua hal tersebut akan lebih mudah dibangun apabila kita mengetahui karakter masing-masing pribadi sehingga keduanya dapat lebih mudah beradaptasi dan pada akhirnya terbentuk mutual understanding. Saya juga merasa network dan relationship dapat menjadi alat bagi kita untuk mendapatkan, atau membuka kesempatan bagi kita untuk mengembangkan diri dan atau bisnis yang kita miliki, mencapai target kita.

    Selama masa mentorship baik di Washington dan di Chrysler saya banyak bertemu dan berdiskusi dengan para executive dan wanita sukses. Mereka membagi pengalaman dan keahliannya serta memberikan berbagai saran bagaimana menjadi seorang pemimpin wanita yang sukses, dan melakukan manajemen waktu karena wanita memiliki multi peran dan tugas di dalam keluarga, pekerjaan dan kehidupan sosial.

    Satu pelajaran yang saya dapatkan dari mereka adalah leadership dan kesuksesan tidak selalu terkait dengan kedudukan, jabatan dan status seseorang. Namun yang sering terjadi adalah seseorang dengan leadership yang sangat baik disertai kesuksesan mereka akan berada di level manajemen atas.

    Leadership adalah tentang bagaimana kita dapat menjadi inspirator, motivator, dan menyakinkan orang lain untuk menjadi pribadi lebih baik guna mencapai hasil terbaik dalam pekerjaan. Dan kesuksesan adalah tentang kemampuan seseorang mencapai tingkat yang lebih tinggi dalam hidup kita yang dapat mendatangkan kesenangan dan kebanggaan terhadap diri sendiri. Arti kesuksesan bagi setiap orang berbeda-beda tergantung pada target pribadi yang telah kita tentukan sebelumnya.

    Dan dibawah ini merupakan ringkasan dari apa yang mereka sampaikan sebagai saran dari mereka dalam menjalani hidup ini dan manajemen waktu.

    • Tentukan pilihan dan prioritas dalam hidup, hal-hal yang benar-benar kita inginkan, membuat kita nyaman dan kita meyakininya sebagai sesuatu yang benar. Bukan orang lain yang membuat keputusan untuk diri kita namun harus kita sendiri.
    • Take a risk. Kehidupan adalah selalu tentang perubahan. Jangan pernah merasa takut dengan setiap perubahan yang terjadi.
    • Mempertimbangkan segala sesuatu dengan ’clear-eyed’ dan ’not take it emotionally’. Jangan pernah mengumbar emosi di depan orang lain karena hal tersebut dapat memperburuk keadaan. Selalu meminta feedback dari orang lain dan ‘open-minded’ karena hal tersebut dapat membantu kita untuk selalu ‘clear-eyed’ terhadap segala sesuatunya.
    • Jangan pernah berhenti untuk belajar dari sumber manapun.

    Belajar mendelegasikan sesuatu kepada orang lain yang tidak bisa kita lakukan di saat yang sama. Belajar mempercayai orang lain untuk melakukan tugasnya. Walaupun terkadang kita memiliki kecenderungan untuk melakukan semuanya sendiri karena kita berpikir hanya kita yang dapat melakukan pekerjaan kita dengan baik.Namun kita juga harus menyadari bahwa kita tidak dapat melakukan segala hal di saat yang sama. Kita membutuhkan bantuan dari orang lain. Hal tersebut menjadi alasan mengapa kita harus membangun hubungan yang sangat baik dengan partner kita, keluarga, teman, kolega, dsb.

    Saya mendapatkan pengalaman dan manfaat yang sangat berharga dengan mengikuti program ini. Manfaat yang sangat berarti yang saya rasakan adalah kesempatan untuk bertemu dan berbagi pengalaman serta keahlian dengan berbagai peserta dari banyak negara. Untuk berdiskusi dan bertukar pikiran tentang berbagai macam topik dan melihatnya dari persepsi yang berbeda-beda. Seluruh informasi tersebut dapat memperluas pengetahuan saya, menumbuhkan rasa toleransi yang tinggi dan pemahaman yang lebih baik terhadap orang lain, memperbaiki diri sendiri dan kepercayaan diri dan pada saat yang sama memotivasi saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain.

    Saya meyakini bahwa segala sesuatu memiliki dua sisi, sisi baik dan buruk, sisi positif dan sisi negatif. Hal tersebut juga terlaku pada budaya masing-masing negara. Dengan mengetahui dan mempelajari budaya orang lain kita dapat belajar tentang berbagai macam hal dan nilai yang dianut oleh masing-masing budaya dan menyaring sisi positifnya untuk dikombinasikan dengan sisi positif dari budaya kita sendiri. Dan pada akhirnya kita memiliki suatu nilai yang sangat kuat dan positif yang dapat kita implementasikan dalam hidup kita dan menularkannya kepada orang di sekitar kita dalam rangka mencapai kehidupan yang lebih baik bagi kita semua.

    Dan melalui program mentorship ini, saya mendapatkan banyak teman baru yang dapat lebih memperkuat network saya untuk kepentingan saya sekarang maupun nanti.

    05/21/08

    05:18:00 am, by Sulistyani Email , 110 words   Ind (Indonesia)
    Categories: Questions

    Pertanyaan dari:
    Elen
    Age:31, Program:Magister Management
    Prasetya Business School

    1. Menurut Anda, apa yang menjadi kunci keberhasilan serta keunikan kepemimpinan seorang wanita dewasa ini?
    2. Hal-hal penting apa yang dapat dibagikan kepada kami berkaitan dengan kepemimpinan yang diterapkan Mrs. Jan Bertsch di Chrysler?

    Jawaban Ibu Tinung:
    Menurut saya kunci keberhasilan kepemimpinan wanita adalah kemampuan dalam mengelola waktu dan diri sendiri. Karena wanita memiliki kompleksitas peran yang sangat tinggi (multi-role dan multi-tasking), maka mereka harus bisa memisahkan antara rumah tangga dan pekerjaan, memainkan perannya sesuai dengan situasi (kebutuhan), dan meraih keseimbangan antara perasaan (emosi) dan logika dalam menentukan keputusan. Selain itu, adanya keinginan untuk selalu berkembang, menunjukan eksistensi diri dan open-minded (keterbukaan).

    1 2 3 >>

    Untitled Document
    Tinung Sulistyani
    Tinung Sulistyani is Corporate Account Manager for Indosat

    Indonesia’s primary international telecommunications carrier and the second-largest provider of wireless services.

    Nowadays, Indosat also provides fixed telephony, multimedia (internet access), and domestic and international data communications services.

    Tinung has been active in several organizations, including Theater Mbelink, Muslim Youth Organization, and Sarasehan Public Relations Committee.


    Link:
    Indosat

    Untitled Document
    IT POWERS INNOVATIVE SOLUTIONS
    Jan Bertsch
    Jan Bertsch is Vice President and Chief Information Officer at Chrysler

    Jan A. Bertsch was named Vice President and Chief Information Officer (CIO) in August 2007 and is responsible for directing systems and computer hardware strategy and planning, systems applications development, data center operations and telecommunications network operations worldwide.

    She is the Chair of the Wayne State University Medical School Board of Visitors, a trustee for the Emerson School in Ann Arbor, chief liaison for Chrysler and Oakland University, board member of the Ann Arbor Figure Skating Club, board member of Vista Maria, a nonprofit organization, which is a home for abused and neglected girls, and an active mentor with Chrysler's Women's Forum and Asian-American Network.

    Bertsch was named to the 2005 Automotive News list of "100 Leading Women in the North American Auto Industry" and "Most Amazing Women" list by WNIC FM 100.3 radio.

    Articles written by Jan Bertsch:
    IT Powers Innovative Solutions

    Search

    blog engine