Website Resmi Kedutaan  Besar Amerika Serikat di Jakarta, Indonesia


 


KEDUBES AMERIKA SERIKAT

 

PUBLIC AFFAIRS SECTION

22 April 2009

“Hari Bumi: Lautan Peluang”
Duta Besar AS Cameron R. Hume

English
 

Jakarta, 22 April – Indonesia dan Amerika Serikat merupakan superpower lingkungan yang memiliki ikatan kuat dengan lautan. Kedua negara kita terpisahkan oleh jarak sejauh ribuan kilometer, namun juga terhubungkan oleh Lautan Pasifik yang luas. 

Dari Sabang sampai Merauke, dari lautan sampai pegunungan, Indonesia adalah negara yang paling kaya akan keberagaraman hayati. Melindungi lingkungan memiliki nilai intrinsik: melindungi ikan dan terumbu karang merupakan hal yang tepat. 

Selain itu, terdapat sejumlah perhatian dan peluang berkenaan dengan aspek ekonomi, keamanan nasional, dan sosial apabila kita menghadapi kenyataan bahwa kita hidup di sebuah “planet yang terancam”. Hidup puluhan juta penduduk Indonesia bergantung pada sumber daya laut. 

Kita harus bersama-sama memetakan masa depan lingkungan yang dapat mengubah tantangan menjadi peluang. Lingkungan hidup adalah elemen penting dalam kemitraan Indonesia-AS di masa depan. “Dalam hal perubahan iklim, kita saling berbagi kepentingan dan tanggung jawab … kita harus menjadi mitra yang komprehensif dalam mencapai solusi-solusi konstruktif di masa depan,” ujar Menlu AS Clinton di Jakarta. 

Indonesia menunjukkan kepemimpinannya di tingkat regional dan internasional dengan menjadi penyelenggara pertemuan World Oceans Conference (WOC) dan Coral Triangle Initiative (CTI) Summit di Manado bulan depan. Upaya ini merupakan langkah wajar mengingat kepemimpinan Indonesia dalam pertemuan mengenai perubahan iklim PBB di Bali pada Desember 2007, yang memasukkan isu penggundulan hutan ke dalam negosiasi isu lingkungan yang lebih luas. 

Sekarang kita menyambut WOC yang akan mempertemukan pemimpin dari berbagai belahan dunia untuk membahas kaitan antara perubahan iklim dan kelautan. Jika kita melindungi laut kita, berarti kita melindungi bumi kita. 

CTI Summit menekankan kemitraan Indonesia-AS di bidang lingkungan. CTI yang diluncurkan oleh Presiden Yudhoyono pada 2007 merupakan kemitraan multilateral pertama dari kemitraan semacam ini. Prakarsa ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan mencari solusi terhadap isu-isu perubahan iklim, konservasi kelautan, dan keamanan pangan. 

Amerika Serikat dan Indonesia bersama-sama telah membuat komitmen yang signifikan di bidang keuangan, teknik, dan politik untuk mengatasi perubahan iklim. Amerika Serikat mendukung CTI dalam bentuk program selama lima tahun senilai 40 juta dolar AS untuk meningkatkan pengelolaan sumber daya laut dan pesisir di seluruh Asia Tenggara. USAID dan Badan Kelautan dan Atmosfer Amerika Serikat (NOAA) adalah dua mitra dari Amerika Serikat yang terlibat dalam program ini. Mereka bekerja sama dengan Departemen Kelautan dan Perikanan dan menggalang lebih banyak kemitraan di Indonesia dan kawasan sekitar. 

AS dan Indonesia menghadapi tantangan-tantangan lingkungan hidup yang sangat besar. AS sangat tergantung pada minyak asing dan merupakan salah satu penyumbang gas rumah kaca terbesar. Banjir, naiknya tinggi permukaan laut, semakin panasnya suhu di daratan dan lautan, berkurangnya jumlah populasi ikan, dan penggundulan hutan secara cepat mengancam Indonesia dan kawasan sekitarnya. 

Ada banyak alasan untuk merasa khawatir dan mengambil tindakan. Mustahil rasanya untuk menarik garis batas geografis atas isu-isu lingkungan hidup. Emisi gas di suatu negara akan mempengaruhi negara yang lain; sungai-sungai menyebarkan bahan polusi di seluruh dunia. Dengan bekerjasama, kita dapat melindungi keanekaragaman hayati, mencegah matinya perikanan dunia, dan mengatasi perubahan iklim secara global. Tantangan-tantangan ini bukan hanya dihadapi oleh satu negara. Semuanya saling berhubungan. 

Para peneliti dan riset yang mereka lakukan sangat berperan penting dalam upaya ini. Salah satu bidang penting yang potensial untuk dijajaki menjadi kerjasama ilmu pengetahuan antara kedua negara kita adalah mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Alfred Russell Wallace mengarungi perairan Indonesia 150 tahun yang lalu guna menciptakan kemajuan yang fundamental dalam ilmu pengetahuan. Kita semua harus terus mencari ilmu dan mendukung pencapaian ilmu sebagai jawaban atas berbagai masalah besar di dunia. Bersama, kita bisa menyelamatkan bumi ini dari bahaya. 

Kita membutuhkan pemikiran-pemikiran yang luar biasa – dari Indonesia, AS, dan dunia – untuk menemukan solusi kreatif sehingga tantangan-tantangan ini dapat berubah menjadi lautan peluang. 

Cameron R. Hume adalah Duta Besar Amerika Serikat untuk Republik Indonesia.

 

###

 

 

Home Page Kedutaan AS
Pusat Informasi Kedutaan AS | Informasi Visa | American Citizen Services

Ke atas | Umpan balik

Link ke situs Internet yang bukan milik pemerintah Amerika bukan berarti bahwa pemerintah Amerika menyetujui sudut pandang organisasi tersebut.