| |
SIARAN PERS
KEDUBES AMERIKA SERIKAT
|

|
|
|
PUBLIC
AFFAIRS SECTION |
6 April 2009
Bank Ekspor-Impor AS akan Berikan lebih dari 1 Milyar Dolar
untuk Danai Peremajaan Maskapai Penerbangan Indonesia
English
Jakarta,
6 April –
Bank Ekspor-Impor (Ex-Im) Amerika Serikat telah
menyetujui pendanaan senilai lebih dari 1 milyar dolar AS bagi
perusahaan penerbangan Indonesia untuk memperbaharui armada dan
meningkatkan kinerja mereka, sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan di
Indonesia dan wilayah sekitarnya. Pendanaan baru ini dimungkinkan dengan
suksesnya ratifikasi dan implementasi Cape Town Treaty, yang
memungkinkan perusahaan-perusahaan penerbangan Indonesia menghemat
jutaan dolar AS dalam mendanai pembiayaan mereka.
“Pendanaan ini memungkinkan perusahaan-perusahaan
Indonesia yang terdaftar untuk memperoleh tarif yang sangat bersaing
serta akses kredit yang menguntungkan seperti yang ditawarkan di
negara-negara maju,” ujar Dubes AS Cameron R. Hume. Selain itu,
pembelian pesawat terbang baru di masa depan akan mendekatkan Pemerintah
Indonesia pada sasarannya yakni meningkatkan keselamatan dan pelayanan
penerbangan nasional.
“Langkah yang diambil AS ini merupakan tanda kepercayaan
dalam meningkatkan kinerja otoritas penerbangan serta lingkungan usaha
di Indonesia. Dengan tumbuhnya penerbangan domestik maupun internasional
di Indonesia, modernisasi yang dilakukan perusahaan-perusahaan
penerbangan nasional dan swasta adalah sebuah hasil dari program
intensif kami untuk menjamin sebuah sistem transportasi udara yang aman
dan sehat yang akan memungkinkan para operator penerbangan Indonesia
untuk memasuki pasar-pasar utama di dunia,” ujar Dirjen Perhubungan
Udara Dephub Herry Bakti.
Pembiayaan dari Bank Ex-Im ini memungkinkan Lion Air memperoleh dana
sebesar 238 juta dolar AS untuk membeli pesawat baru jenis Boeing
737-900ER dan merupakan persetujuan pendahuluan atas dana senilai 841
juta dolar AS untuk membeli 30 pesawat penumpang baru. Bulan lalu,
Garuda Indonesia mengumumkan bahwa Bank Ex-Im AS menyetujui pembiayaan
bersama sebesar 346 juta dolar AS yang memungkinkan Garuda menambah
jumlah armadanya dengan pesawat berkualitas tinggi.
“Kami gembira sekali dapat menawarkan kepada Lion Air biaya jaminan
kredit ekspor yang rendah melalui perjanjian ini, yang dapat mengurangi
risiko-risiko hukum berkaitan dengan lintas batas, pembiayaan, dan sewa
pesawat yang didanai oleh aset,” kata Wakil Presiden Bank Ex-Im Bidang
Transportasi, Robert Morin.
Sejak 2003, Bank Ex-Im menawarkan penurunan biaya jaminan kredit
ekspor untuk transaksi pesawat dan mesin pesawat kepada perusahaan
penerbangan internasional yang memenuhi syarat. Sebanyak 28 negara,
termasuk Amerika Serikat, telah menandatangani, meratifikasi atau
mematuhi dan menerapkan Cape Town Treaty.
Bank Ex-Im merupakan badan kredit ekspor resmi pemerintah Amerika
Serikat.
### |
|