Website Resmi Kedutaan  Besar Amerika Serikat di Jakarta, Indonesia


 

SIARAN PERS
KEDUBES AMERIKA SERIKAT

 

PUBLIC AFFAIRS SECTION

4 Desember 2007

Peta Jalan Bali: Kemajuan Melalui Upaya Global

English 

Jakarta, 4 Desember – Duta Besar Cameron Hume menulis opini tentang upaya dunia mengatasi perubahan iklim.  Sejak 3 Desember, Amerika Serikat bergabung dengan 191 Pihak dalam Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (United Nations Framework Convention on Climate Change/UNFCCC) di Bali, Indonesia. Pertemuan yang penting ini adalah langkah kunci bagi masyarakat global untuk menghadapi tantangan global perubahan iklim. Amerika Serikat menyambut baik peluang ini untuk bekerja secara konstruktif dengan negara lain menyiapkan Peta Jalan Bali guna menyusun rencana menuju kesepakatan kerangka kerja global yang baru tentang perubahan iklim pada 2009.

Kami mengharapkan terwujudnya Peta Jalan Bali yang akan mempercepat perundingan di bawah UNFCCC dan yang akan menyusun sebuah kerangka kerja pasca 2012 untuk mengatasi masalah perubahan iklim dan memperkuat keamanan energi.

Amerika Serikat percaya bahwa sebuah kerangka kerja pasca 2012 tentang perubahan iklim harus efektif dari segi lingkungan hidup dan berkesinambungan secara ekonomi. Emisi adalah masalah global dan memerlukan solusi secara global pula. Jika hanya sebagian saja yang bertindak, maka tidak ada rencana yang dapat berjalan efektif dari segi lingkungan hidup. Terlebih lagi, sebuah kerangka kerja masa depan harus dapat mewadahi beragam situasi dalam negeri masing-masing yang berbeda, serta tujuan sosial dan ekonomi yang luas.

Di dalam maupun luar negeri, Amerika Serikat melakukan serangkaian inisiatif untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, meningkatkan keamanan energi dan menghilangkan polusi udara. Tindakan kebijakan domestik kami meliputi puluhan program wajib, berbasis insentif, berbasis pasar, maupun sukarela untuk mengurangi emisi. Kami juga telah memberikan 37 miliar dolar AS untuk mengembangkan dan mengerahkan teknologi yang inovatif untuk mengurangi emisi gas rumah kaca namun tetap memastikan pertumbuhan ekonomi.

Kami menunjukkan bahwa hal ini dapat dilakukan. Dari tahun 2000-2005, jumlah penduduk AS tumbuh sebesar lima persen (14 juta jiwa) dan PDB-nya naik sebesar 12 persen (sekitar 1,2 triliun dolar AS) sementara emisi gas rumah kaca kami hanya naik 1,6 persen. Selama 2005-2006, perekonomian kami tumbuh sebesar 2,9 persen, namun emisi gas rumah kaca kami turun sebesar 1,5 persen. Di tingkat internasional, kebijakan perubahan iklim AS merupakan bagian dari agenda yang lebih besar untuk pembangunan yang berkesinambungan. Kami telah memulai dan ikut serta dalam sejumlah kemitraan internasional: misalnya, Kemitraan Asia-Pasifik untuk Pembangunan Bersih dan Iklim dan Kemitraan Metana menuju Pasar.

Kemitraan ini menyikapi perubahan iklim dengan cara yang dapat memajukan pertumbuhan ekonomi dan membantu bangsa-bangsa menciptakan kemakmuran yang lebih besar bagi rakyatnya. Berlandaskan keberhasilan ini, Amerika Serikat menyelenggarakan pertemuan antara tujuh belas negara-negara ekonomi utama dunia – mewakili 80 persen ekonomi dunia, penggunaan energi, dan emisi gas rumah kaca – dan PBB dalam Pertemuan pendahuluan Negara-Negara Ekonomi Utama tentang Keamanan Energi dan Perubahan Iklim pada September 2007. Dengan bekerja bersama secara konstruktif, Amerika Serikat percaya bahwa proses yang dilakukan oleh Negara-negara Ekonomi Utama dapat memajukan diskusi di bawah UNFCCC.

Pada penyelenggaraan konferensi Bali ini, kami akan mendengarkan dengan cermat gagasan-gagasan dari pihak lain dan berbagi upaya dan komitmen kami untuk mencapai kesepakatan mengenai “Peta Jalan Bali” yang dapat membimbing komunitas internasional untuk melangkah maju dalam dua tahun ke depan.

Cameron R. Hume adalah Duta Besar AS untuk Indonesia sejak Juli.

 

 

 

Home Page Kedutaan AS
Pusat Informasi Kedutaan AS | Informasi Visa | American Citizen Services

Ke atas | Umpan balik

Link ke situs Internet yang bukan milik pemerintah Amerika bukan berarti bahwa pemerintah Amerika menyetujui sudut pandang organisasi tersebut.