Website Resmi Kedutaan  Besar Amerika Serikat di Jakarta, Indonesia


 

SIARAN PERS
KEDUBES AMERIKA SERIKAT

 

PUBLIC AFFAIRS SECTION

25 Februari 2009

Clinton: Dalam Demokrasi, Rival Politik Bekerjasama

English
 

Oleh Michele Austin Brooks
Staff Penulis www.America.Gov


Jakarta, 25 Februari
Di dalam negara yang demokratis seperti Amerika Serikat, rival politik seringkali bekerjasama setelah pelaksanaan pemilu, kata Menlu AS Hillary Clinton. Berbicara di depan sekelompok wartawan Indonesia di Jakarta pada 19 Februari, Clinton berkata bahwa selama kunjungannya di Indonesia ia selalu ditanya mengapa ia bersedia bekerjasama dengan Presiden Obama setelah bersaing dalam pencalonan presiden dari Partai Demokrat. 

“Karena di negara saya, di dalam demokrasi kami, setelah pelaksanaan pemilu, kami bersatu dan mencari solusi bagi permasalahan yang sedang kami hadapi,” ujar Clinton. “Kami mencurahkan segalanya dalam kampanye dan kedudukan kami. Namun jika semuanya usai, penting untuk mengatakan, ‘Baiklah, apa yang akan kami raih sesungguhnya dan bukankah kita ingin berupaya memberikan yang terbaik bagi negara kita?’” 

Clinton menambahkan bahwa dirinya sangat terhormat dan terkejut ketika Obama menawarinya menjadi Menlu AS. Ketika membahas kesempatan bersama Obama, “Saya merasa yakin bahwa sungguh merupakan sebuah kesempatan yang menarik dan penting bekerjasama dengan presiden kami yang baru dan berupaya menyebarkan pesan yang berbeda ke seluruh dunia tentang apa yang Amerika sedang kerjakan dan pikirkan,” kata Clinton. 

Kerjasama sering terjalin di antara para pesaing dari kelompok politik yang berbeda, kata Clinton mengacu pada pidato kekalahan calon presiden dari Partai Republik John McCain pada Hari Pemilu. Pidato kekalahan dengan menyampaikan selamat kepada sang pemenang merupakan ciri proses politik Amerika. McCain bisa saja tidak setuju dengan semua keputusan Obama, tetapi “ia akan menjadi anggota pemerintahan yang memberikan kontribusi,” kata Clinton. Ia berharap perkembangan serupa akan terjadi di Indonesia setelah pemilu presiden pada bulan Juli nanti. 

Beberapa wartawan yang meliput pemilu presiden AS dan memberitakan pemilu presiden di Indonesia, mengatakan bahwa kerjasama semacam itu pada masa setelah pemilu sangat jarang terjadi di Indonesia. Menanggapai hal ini, Clinton mengatakan bahwa meskipun Amerika Serikat telah mempraktikkan demokrasi selama lebih dari 220 tahun, tapi demokrasi tersebut “masih belum sempurna.” Seperti halnya Indonesia yang merupakan sebuah negara demokrasi yang masih muda dan dinamis”, Amerika Serikat terus bekerja keras untuk menjaga prinsip-prinsip demokrasinya yang menjangkau melebihi pemilu yang bebas. 

Pemerintahan yang mempunyai peradilan independen, bebas korupsi serta pers bebas yang bertanggung jawab sangat penting untuk menjamin bahwa “siapapun yang menang, demokrasi tetap bertahan hidup dan terus berjalan,” kata Menlu Clinton. 

Transkrip lengkap dari wawancara dengan Menlu Clinton dapat dilihat di:  (http://www.america.gov/st/texttrans-english/2009/February/20090223135523xjsnommis0.4514124.html&distid=ucs)
 

###

 

 

Home Page Kedutaan AS
Pusat Informasi Kedutaan AS | Informasi Visa | American Citizen Services

Ke atas | Umpan balik

Link ke situs Internet yang bukan milik pemerintah Amerika bukan berarti bahwa pemerintah Amerika menyetujui sudut pandang organisasi tersebut.