21 Februari 2009 Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton Mengunjungi Indonesia Jakarta, 21 Februari – Kunjungan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton ke Indonesia pada 18 dan 19 Februari dalam lawatan resmi pertamanya ke luar negeri menunjukkan minat AS yang jelas dalam mengembangkan hubungan dengan Indonesia yang telah terjalin kuat dalam bentuk kemitraan jangka panjang berdasarkan nilai-nilai bersama. Dalam kunjungan ini, yang merupakan kunjungan pertama sejak kunjungannya sebagai Ibu Negara pada 1994, Menlu Clinton berbagi pandangan dengan pejabat senior pemerintahan, perwakilan masyarakat sipil lintas sektor, dan masyarakat umum. Menlu Clinton bertemu dengan Presiden Yudhoyono dan Menteri Luar Negeri Hasasn Wirajuda, membahas keinginan kedua negara untuk membangun sebuah “kemitraan yang komprehensif,” dengan menekankan bahwa krisis ekonomi global dan tantangan-tantangan lain telah menciptakan peluang kerjasama yang lebih dalam dan mengembangkan kepentingan bersama secara bilateral, regional dan global. Menlu Clinton juga bertemu dengan Sekretaris Jenderal ASEAN Surin Putsiwan di Sekretariat ASEAN dan menegaskan komitmen AS pada wilayah ASEAN serta penghargaan atas peran kepemimpinan Indonesia di ASEAN. Menlu Clinton juga
menjangkau warga Indonesia biasa, dengan muncul di sebuah acara TV
populer Dahsyat dan berbicara banyak hal mulai dari kebijakan AS
di Timur Tengah sampai jenis musik kesukaannya. Ia juga bertukar
pandangan dengan tujuh wartawan Indonesia yang meliput pemilu Presiden
AS belum lama ini. Ia mengatakan bahwa setelah pertarungan berat pemilu
di setiap demokrasi, para kandidat punya tanggung jawab untuk bersatu
dan bekerja demi kebaikan bangsa. Ia juga menekankan perlunya kerjasama
lebih banyak di pendidikan tinggi dan program pertukaran.
Lihat Galeri Foto kami. Baca transkrip Menlu AS di: Menteri Luar Negeri RI, di ASEAN, dan di Gedung Arsip Nasional.
|
|
Home Page Kedutaan AS Link ke situs Internet yang bukan milik pemerintah Amerika bukan berarti bahwa pemerintah Amerika menyetujui sudut pandang organisasi tersebut. |