12 Februari 2009 Industri Otomotif Indonesia Hadapi Resesi Ekonomi Global Jakarta, 12 Februari – Para ahli yang tergabung dalam sebuah panel yang mengamati masa depan industri otomotif Indonesia hari ini menyebutkan bahwa sekarang, saat perekonomian global berupaya mencapai keseimbangan, adalah saat yang tepat bagi industri otomotif dan suku cadang Indonesia untuk bersiap meraup keuntungan kompetitif bagi pertumbuhan di masa depan. Salah satu cara untuk mewujudkan hal ini adalah dengan mempromosikan standardisasi produk dan proses dalam sektor otomotif Indonesia dan mengembangkan sistem evaluasi dan sertifikasi. Hal ini diungkapkan oleh para peserta diskusi bertajuk “Industri Suku Cadang Mobil Indonesia dan Krisis Ekonomi Global: Strategi dan Perspektif”. Ini akan membantu perusahaan-perusahaan otomotif menjadi lebih kompetitif dan memperoleh akses kepada pasar internasional. “Industri komponen otomotif hanya dapat bertahan dalam krisis ekonomi global dan menjadi lebih maju apabila industri ini bisa lebih kompetitif,” ujar Walter North, direktur Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID). Diskusi panel yang disponsori proyek SENADA USAID bersama Society of Automotive Engineers (SAE) International dan sejumlah asosiasi otomotif dan sepeda motor Indonesia ini menitikberatkan pada bagaimana melewati krisis ekonomi saat ini dan mempersiapkan strategi agar industri ini dapat tumbuh kembali. Salah satu cara yang diusulkan adalah mengembangkan semacam segel kualitas yang berlaku nasional yang nantinya akan mengarah pada standardisasi industri. QSEAL adalah segel sertifikasi kualitas yang diakui secara nasional dalam pasar suku cadang di Indonesia untuk komponen otomotif non-orisinil yang memenuhi standar yang telah ditentukan industri otomotif. QSEAL diprakarsai oleh tiga asosiasi industri otomotif Indonesia, yakni Sentra Otomotif Indonesia (SOI), Ikatan Ahli Teknik Otomotif (IATO), dan Asosiasi Bengkel Kendaraan Indonesia (ASBEKINDO). Dalam dua minggu ke depan, SENADA dan SOI akan mensponsori serangkaian Pelatihan Pengembangan Profesional QSEAL yang dilaksanakan oleh SAE International. Ini adalah pertama kalinya sebuah pelatihan SAE yang diakui secara internasional diadakan di Indonesia. Empat pelatihan yang akan diberikan adalah Managing Integrated Product Development; Design Reviews for Effective Product Development; Quality Function Deployment; dan Failure Modes and Effects Analysis. Ir. Hasiholan Sidabutar, ketua umum IATO yang juga ketua Dewan Pengawasan Asosiasi Industri Otomotif Indonesia, menjelaskan, “Kami berharap program SAE ini akan mendukung dan menciptakan peluang bagi para pakar otomotif Indonesia dalam upaya mereka untuk memaksimalkan daya saing dalam industri ini.” SAE International adalah sebuah komunitas global yang bergerak dalam pengembangan standar, penyelenggaraan berbagai acara, serta penyediaan informasi teknis dan keahlian dalam perancangan, pembangunan, pemeliharaan, dan pengoperasian kendaraan yang dapat bergerak sendiri untuk digunakan di daratan maupun di laut, udara maupun luar angkasa. Komunitas ini memiliki lebih dari 90.000 anggota, yang terdiri dari para insinyur, pebisnis, pendidik, dan mahasiswa dari lebih dari 97 negara, yang saling berbagi informasi dan ide demi kemajuan teknologi dalam sistem mobilitas. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Widodo Hardjono (widodo_hardjono@dai.com) atau Harun Wiranto (harun_wiranto@dai.com) di USAID/SENADA (021- 5793- 2577). ### |
|
Home Page Kedutaan AS Link ke situs Internet yang bukan milik pemerintah Amerika bukan berarti bahwa pemerintah Amerika menyetujui sudut pandang organisasi tersebut. |