Website Resmi Kedutaan  Besar Amerika Serikat di Jakarta, Indonesia


 

SIARAN PERS
KEDUBES AMERIKA SERIKAT

 

PUBLIC AFFAIRS SECTION

12 Februari 2009

Pergelaran Seni Hasil Workshop Lintas Negara ‘PAU HANA’

English
 

Jakarta, 12 Februari Selama 3 Minggu, sejak tanggal 26 Januari 2009, 103 siswa dari 14 SMP di wilayah Kab. Bantul mengikuti workshop seni bersama 4 seniman profesional dari Amerika Serikat. Workshop ini adalah bagian dari pelaksanaani UCLA - Indonesia Arts Education Residency Fellowship Program di Yogyakarta yang menyediakan ruang dan peluang kepada 4 (empat) seniman tersebut, guna melakukan interaksi kultural melalui aktivitas seni bersama masyarakat Yogyakarta dan lembaga pendidikan seni di Yogyakarta. Program seni lintas kultural ini dipersiapkan sejak pertengahan tahun 2008 oleh The UCLA Center of Intercultural Performance (CIP) dari UCLA School of Arts and Architecture and the Department of World Arts and Cultures (USA). Keempat senimam tersebut adalah Dr. Craig D. Woodson, seorang etnomusikolog, edukator dan konsultan musik yang memiliki spesialisasi dalam pembuatan instrumen musik yang mempergunakan benda-benda sederhana dan mudah didapatkan. Shoji Kameda, pemusik Taiko (beduk khas Jepang) dan mendirikan kelompok musik On Ensemble di Amerika. Vijayalakshmi Prakash (Viji Prakash) penari, guru tari klasik India Bharatanatyam dan Direktur Shakti Dance Company, serta Keali’i Ceballos, penari dan guru tari Hawaii serta Direktur grup tari Halau Keali’i O Nalani.

Program ini memberikan perhatian pada wilayah edukasi seni yang lebih menekankan pada pemahaman terhadap proses perkembangan kebudayaan secara global, melalui dialog dan aktivitas seni secara langsung. Menurut Prof. Judy Mitoma (Direktur CIP) yang secara khusus berada di Yogyakarta selama pelaksanaan program ini, CIP mengembangkan program-program edukasi seni, residensi seniman, festival seni dan pertukaran lintas negara (internasional) di bidang seni. Bagi CIP mempercayai bahwa proses interaksi melalui seni akan meningkatkan pemahaman terhadap lintas budaya, kedamaian, dan tanggungjawab secara universal. CIP adalah lembaga yang aktif mendorong terjalinnya aktivitas seni yang mewujudkan respon terhadap realita (perubahan) yang terjadi di dalam lingkungan dan kehidupan (manusia dan kebudayaan) secara global. Program CIP difokuskan pada upaya membantu pertumbuhan manusia yang memiliki jiwa kepemimpinan (pemimpin) dan aktivis-aktivis di masa depan yang visioner, serta memperkuat kemampuan mereka dalam melakukan aktivitas-aktivitas berbasis seni lintas budaya dan lintas bidang/ilmu pengetahuan.

Workshop Seni

Workshop seni kepada siswa SMP yang diberlangsungkan secara kontinyu seusai jam sekolah, tidak hanya menyediakan peluang untuk mempelajari bentuk-bentuk seni yang menjadi materi workshop. Selain menyediakan pengalaman secara langsung dengan kesenian dan seniman yang melakukannya, para siswa juga diajak untuk mempelajari proses perkembangan kebudayaan (tradisi) lintas bangsa. Keempat seniman Amerika tersebut adalah para pelaku seni yang menjaga dan mengangkat nilai dan makna budaya tradisi, dalam ruang perkembangan budaya dan interaksi global (masyarakat modern) di negara Amerika. 

Pernyataan diri sebagai manusia (ber)budaya yang memiliki daya ekspresi tinggi dalam tubuh dan jiwa, merupakan dasar pemahaman untuk proses pertumbuhan eksistensi dan komunikasi (interaksi) antara manusia melalui verbalitas bahasa (suara - bunyi) maupun gerak tubuh.  Sebagaimana pada tari Bharatanatyam yang dijadikan materi workshop Viji Prakash. Sementara itu, Keali’i Ceballos lebih menajamkan makna keterhubungan dan keterkaitan antara manusia dan alam di dalam tari Hawaii, mewujud sebagai suatu ekspresi sosial (komunal) yang meresap dalam kehidupan manusia (individu). Pada workshop musik, Dr. Craig D. Woodson mengajak para siswa untuk lebih memahami makna musik di dalam diri setiap manusia, melalui pembuatan semua instrumen yang akan dimainkan dan dipertunjukan (konser). Begitu pula pada workshop musik Taiko oleh Shoji Kameda. Pemahaman tentang musik dan instrumen Taiko diberlangsungkan secara atraktif dan menarik, walaupun para siswa tidak mempergunakan Taiko asli sebagaimana yang ada di kebudayaan Jepang. 

Pertunjukan Seni ‘PAU HANA’

Keseluruhan hasil dan pencapaian pelaksanaan workshop akan dipentaskan pada pergelaran seni yang berjudul PAU HANA (bahasa Hawaii). Pau Hana memiliki makna akhir dari suatu kerja/aktivitas yang membuahkan hasil untuk dirayakan bersama, saling berbagi dan membangun kebersamaan. Pertunjukan seni Pau Hana adalah ajang unjuk diri untuk meyakini dan mengekspresikan potensi (kemampuan) diri, guna menciptakan kebersamaan yang mengangkat semangat dan energi kreatif. Mewujudkan aksi dan apresiasi untuk mengembangkan nilai-nilai interkultural yang memperkuat relevansi dan pemaknaan seni (budaya) tradisi bagi pertumbuhan generasi. Pentas ini adalah perwujudan makna di balik kata-kata yang berada di dalam diri, dan mewujud sebagai ekspresi diri yang semestinya dihargai dan diapresiasi. Pertunjukan Pau Hana akan diselenggarakan secara terbuka untuk diapresiasi masyarakat, dilaksanakan pada hari Jum’at, 13 Februari 2009 pukul 14.30 WIB di Pendapa SMK Negeri 1 Kasihan - Kab. Bantul (SMKI Yogyakarta) yang terletak di Jl. Madukismo, Bugisan, Kec. Kasihan, Kab. Bantul

Antusias dan respon para siswa yang sangat tinggi serta dukungan dan keterbukaan sekolah dalam workshop seni, menunjukkan bahwa potensi dan harapan bagi perkembangan nilai dan makna budaya (tradisi) pada generasi muda. Konsistensi dan intensitas hubungan antara seniman dengan masyarakat secara langsung yang dibangun berdasarkan kepedulian bersama, akan membawa kesiapan diri secara menyeluruh (holistik) pada proses globalisasi kebudayaan manusia (masyarakat), serta mendorong perubahan cara hidup dan kehidupan manusia yang lebih baik di masa depan. 

UCLA - Indonesia Arts Education Residency Fellowship Program di Yogyakarta dilaksanakan UCLA - CIP bekerjasama dengan U.S. State Department - Bureau of Educational and Cultural Affairs, Cultural Affairs Section - Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Institut Seni Indonesia - Yogyakarta, SMK Negeri 1 Kasihan - Kab. Bantul  (SMKI Yogyakarta), Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa dan Yayasan Bagong Kussudiardja (YBK).


Setelah lokarya selama dua hari, para siswa SMKI merasakan hubungan yang erat dengan guru mereka dari Amerika Serikat Keal’i dan Viji.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Jeannie Park, Koordinator Pelaksanaan Program di Yogyakarta (jpark@indo.net.id) di 08164222679.  Untuk informasi lebih lanjut mengenai Kedutaan Besar AS di Jakarta, silakan kunjungi situs web kami di http://jakarta.usembassy.gov.

###

 

 

Home Page Kedutaan AS
Pusat Informasi Kedutaan AS | Informasi Visa | American Citizen Services

Ke atas | Umpan balik

Link ke situs Internet yang bukan milik pemerintah Amerika bukan berarti bahwa pemerintah Amerika menyetujui sudut pandang organisasi tersebut.