9 Juni 2009 Menlu AS Hillary Clinton Bertemu dengan Menlu Indonesia Hassan Wirajuda Washington, 8 Juni – Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton bertemu dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Hassan Wirajuda pada 8 Juni di Washington. Kedua pemimpin memperbarui komitmen untuk membangun kemitraan komprehensif berdasarkan prinsip saling menghormati dan kepentingan bersama serta membahas berbagai masalah bilateral dan internasional. Setelah pertemuan di Departemen Luar Negeri AS, menlu Clinton mengumumkan bahwa Amerika Serikat berkomitmen senilai 10 juta dollar AS untuk mendanai pendidikan tinggi di Indonesia untuk tahun fiskal berjalan. Dana tersebut akan digunakan untuk berbagai proyek seperti pengajaran Bahasa Inggris dan peningkatan kerjasama AS dan Indonesia di bidang pendidikan. Ia juga mengumumkan bahwa sejumlah guru besar dari Amerika akan berkunjung ke Indonesia pada akhir tahun ini guna menjajaki lebih banyak kesempatan kerja sama antara universitas di Amerika Serikat dan Indonesia. “Seperti halnya di Amerika Serikat, pendidikan adalah kunci untuk memperluas kesempatan di bidang ekonomi di Indonesia dan memungkinkan rakyat untuk meningkatkan potensi mereka setinggi-tingginya,” kata Clinton. “Hubungan antar masyarakat juga akan lebih mempererat ikatan kedua negara..” Berikut adalah teks lengkap keterangan pers:
Pada hari ini, kami memperbarui komitmen untuk membangun sebuah kemitraan yang komprehensif berdasarkan pada prinsip saling menghormati dan kepentingan bersama. Kami bekerja sama di sejumlah bidang yang menjadi kepedulian bersama bagi kedua negara, kawasan, dan dunia. Indonesia dan Amerika Serikat sama-sama mempunyai visi untuk terciptanya Asia Tenggara yang aman dan makmur. Kami juga sama-sama berkomitmen terhadap nilai-nilai demokratis, hak azasi manusia, serta masyarakat sipil yang dinamis. Rakyat Amerika sangat menghormati apa yang telah dicapai oleh rakyat Indonesia selama dasawarsa terkahir. Indonesia saat ini merupakan negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, yang memainkan peran utama dalam sejumlah besar isu regional maupun internasional, termasuk penggalangan demokrasi. Melalui komitmen pada demokrasi, kebebasan beragama, serta hak-hak perempuan, bangsa Indonesia mendukung nilai-nilai yang disebutkan Presiden Obama dalam pidatonya di Kairo minggu lalu, nilai-nilai yang sifatnya fundamental – baik bagi Indonesia maupun Amerika Serikat, yakni keadilan, kemajuan, dan toleransi. Hari ini saya bertemu dengan sejumlah aktivis yang bekerja mendukung demokrasi dan hak asasi manusia di Timur Tengah dan Afrika Utara, serta dengan para pemimpin yang menyuarakan kebebasan beragama di seluruh dunia. Bagi semua orang yang bekerja keras dan rela berkorban demi memperjuangkan nilai-nilai universal ini, contoh yang ditunjukkan oleh Indonesia memberi harapan dan keyakinan akan masa depan yang lebih cerah. Hari ini, saya dengan besar hati mengumumkan kami tengah memperdalam kerjasama serta memberikan dana senilai 10 juta dolar untuk bidang pendidikan tinggi di Indonesia pada tahun fiskal ini, termasuk sejumlah proyek pengajaran bahasa Inggris dan penguatan hubungan AS-Indonesia di bidang pendidikan. Selain itu, sebuah tim pengajar AS akan berkunjung ke Indonesia musim panas ini untuk menjajaki berbagai peluang kerjasama antara universitas-universitas di kedua negara. Seperti halnya di Amerika Serikat, pendidikan merupakan kunci untuk memperbesar peluang ekonomi di Indonesia dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memberdayakan segenap potensi yang mereka miliki. Koneksi antar-masyarakat ini akan lebih mempererat hubungan kedua negara. Kami juga membahas pentingnya ASEAN bagi stabilitas dan kemakmuran regional, dan kepentingan bersama kedua negara dalam menentang proliferasi senjata pemusnah massal. Saya ucapkan terima kasih kepada Menlu RI atas kepemimpinan Indonesia dalam mendukung nilai-nilai demokrasi serta menekankan komitmen kita bersama pada Bali Democracy Forum. Kami juga membahas pengadilan Aung San Suu Kyi. Saya ingin menegaskan lagi bahwa tuduhan-tuduhan terhadap dia tidak berdasar, dan kami mengimbau agar dia segera dibebaskan. Indonesia, seperti negara-negara ASEAN lainnya, juga telah menyuarakan keprihatinan atas nasib Suu Kyi dan menuntutnya untuk segera dibebaskan, dan kami sangat menghargai upaya tersebut. Saya sangat berharap dapat terus bekerjasama dengan Menlu RI dan Pemerintah Indonesia dalam semua masalah ini. Dan saya yakin hubungan kita akan semakin kuat dan dalam di masa yang akan datang. Terima kasih banyak, Bapak Menteri. MENLU WIRAJUDA: Terima kasih banyak, Menlu Hillary Clinton, atas sambutan Anda yang baik, termasuk atas kemajuan yang telah kami capai di Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir yang kami sebut reformasi. Tujuan kunjungan kerja saya ke Washington adalah untuk menindaklanjuti pembahasan yang dilakukan saat kunjungan Menlu Clinton ke Jakarta bulan Februari lalu, kami sepakat untuk membangun kemitraan komprehensif antara Indonesia dan Amerika Serikat. Maksud kemitraan komprehensif adalah kesepakatan untuk mengembangkan dan memperdalam hubungan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat. Indonesia sangat percaya bahwa ada banyak alasan untuk memperkuat hubungan dengan Amerika Serikat, karena kedua negara memiliki nilai-nilai dasar yang sama seperti demokrasi serta hak asasi manusia. Bahkan ketika berdiskusi tentang format dan substansi kerjasama diantara kita, kedua negara menyetujui untuk meningkatkan kerjasama dan pertukaran people-to-people di bidang pendidikan. Untuk itu saya sangat bersyukur bahwa Amerika Serikat telah menyediakan bantuan sebesar 10 juta dollar AS untuk mendukung program tersebut. Kami juga sangat senang bahwa pesan yang disampaikan oleh President Obama dalam pidatonya di Kairo telah lansung direalisasikan dengan keinginan dari pemerintah AS untuk mengembangkan dialog dan kerjasama antar agama, sesuatu hal yang sangat dibanggakan oleh Indonesia karena berbagai insiatif yang telah kami lakukan dalam mempromosikan dialog-dialog bilateral maupun regional antar negara. Dan saya merasa bahwa ini adalah suatu hal yang sangat layak diperjuangkan – demi menciptakan rasa saling pengertian diantara seluruh manusia di dunia. Kami terus mememperhatikan dengan seksama, bahkan saya telah membacanya secara pribadi, pernyataan yang disampaikan oleh Presiden Obama. Kami sangat menyambut baik pernyataan tersebut. Dan saya merasa bahwa ini adalah pesan yang juga ingin kami sampaikan. Saya pikir Indonesia dapat menjadi mitra untuk AS dalam usahanya untuk mendekatkan diri dengan dunia Islam karena kedua negara mendukung demokrasi dan hak asasi manusia, termasuk hak wanita. Selain itu pengembangan demokrasi dan Islam telah lama dilakukan secara beriringan di Indonesia. Hal ini menjadi salah satu alasan lain kenapa kami mengharapkan untuk meningkatkan kemitraan dengan Amerika Serikat. Seperti yang telah disampaikan oleh Menteri Luar Negeri AS, kami juga telah membahas mengenai berbagai masalah lain termasuk perkembangan di Myanmar, khususnya keputusan junta militer disana untuk meyidangkan Daw Aung San Suu Kyi. Tentu saja ini adalah situasi yang sangat memprihatinkan karena kami sebelumnya mengira bahwa penahanan Daw Aung San Suu Kyi seharusnya dipertimbangkan kembali bulan lalu sebagai awal proses pembebasannya. Itu sebabnya kami mengeluarkan sebuah pernyataan keras mengenai kasus ini, dan kami ingatkan Myanmar tentang kewajibannya dibawah ASEAN charter yang baru. Pemimpin-pemimpin kami juga telah melakukan kontak secara langsung demi meminta pembebasan Daw Aung San Suu Kyi. Kami ingin mengucapkan terima kasih untuk pernyataan Menteri Luar Negeri AS tentang dukungan beliau bagi Bali Democracy Forum. Saya rasa penting dan strategis sekali bagi Indonesia dan AS untuk berkerjasama dan membagi pengalaman positif kedua negara terutama ke wilayah Asia. Terima kasih. MENLU CLINTON: Terima kasih banyak. PERTANYAAN: Apakah Anda berdua membicarakan soal bantuan militer untuk Indonesia, dan apakah itu dimasukkan dalam kemitraan komprehensif? Selain itu, apakah ada rancangan baru yang dibuat oleh AS untuk menjamin bahwa bantuan militer kepada Indonesia akan diperpanjang, khususnya dalam hal penyediaan persenjataan? Terima kasih MENLU CLINTON: Sebagai bagaian dari kemitraan komprehensif, kami akan mendiskusikan persoalan militer dan pertahanan. Kami ingin memiliki hubungan yang lebih erat dengan Indonesia dan relasi militer-dengan-militer. Hal itu akan didiskusikan dan dituntaskan dalam kerjasama ini. Presiden Obama melihat sangat positif kemajuan di Indonesia, kami ingin bekerjasama pada semua bidang – kesehatan, pendidikan, pertukaran budaya, militer, ekonomi – sehingga akan menjadi bagian dari seluruh kerangka kerja bersama. PERTANYAAN: Saya ada dua pertanyaan. Pertama, Indonesia akan menyelenggarakan pemilihan presiden bulan depan, apa harapan Amerika pada pemilihan ini? Apakah Anda berharap bakal ada perubahan yang akan atau perlu dilakukan oleh presiden terpilih dalam hal kebijakan luar negeri Indonesia terhadap Amerika? MENLU CLINTON: Tentu saja, pemilihan presiden adalah urusan internal Indonesia. Kami bangga dengan dinamika dan perkembangan demokrasi di Indonesia. Kami mengharapkan kerja sama dengan pemerintah Indonesia. Kami sangat menghargai hubungan baik dengan pemerintahan sekarang yang sangat positif dan konstruktif. Kami tentu berharap akan terus bekerja sama dengan pemerintahan yang dipilih oleh rakyat Indonesia Hal yang paling signifikan pada pemilu di Indonesia adalah, seperti dikemukakan Menteri Hasan Wirajuda, Indonesia menunjukkan bahwa Islam dan demokrasi tidak saling kontradiksi. Indonesia sedang membangun demokrasi modern sekuler yang menghormati Islam dan hak-hak perempuan. Kami kagum dengan langkah yang diambil Indonesia. Kami juga senang dengan Bali Democracy Forum karena, menurut kami, itulah jalan bagi Negara lain yang menjalani transisi menuju demokrasi, atau Negara yang berpikir untuk memulai transisi demokrasi dapat melihat penerapannya di Indonesia. Pemilihan Presiden bulan depan menjadi bukti nyata komitmen rakyat Indonesia kepada demokrasi Terimakasih
### |
|
Home Page Kedutaan AS Link ke situs Internet yang bukan milik pemerintah Amerika bukan berarti bahwa pemerintah Amerika menyetujui sudut pandang organisasi tersebut. |