|
|
Badan Pembangunan Internasional Pemerintah A.S. (USAID) hari ini memberikan kontrak pembangunan untuk penyelesaian proyek Jalan Raya Pesisir Barat Aceh kepada sebuah kemitraan antara perusahaan Korea Selatan dan perusahaan Indonesia dalam acara konferensi pers di Jembatan Krueng Raba di pinggir kota Banda Aceh. Kemitraan antara Ssangyong Engineering and Construction Co. Ltd. dari Korea Selatan dan P.T. Hutama Karya dari Indonesia ini akan menerima kontrak senilai 108 juta dolar AS untuk pembangunan dan perbaikan jalan sepanjang sekitar 115 kilometer yang membentang dari Banda Aceh ke Calang. Proyek tersebut dijadwalkan selesai pada Februari 2010. “Dengan pemberian kontrak ini, maka rangkaian proyek pembangunan jalan yang menghubungkan Banda Aceh dan Calang yang dimulai dari tahap konsep sampai tahap final, kini dapat diselesaikan,” kata Direktur USAID William M. Frej. “Proyek ini – yang dirancang pada masa-masa sulit pasca terjadinya bencana gempa bumi dan tsunami 2004 – sekarang siap untuk mendukung masa depan yang cemerlang yang tak diragukan lagi bagi provinsi ini.” Pemberian kontrak pembangunan ini merupakan tonggak utama dalam penyelesaian Jalan Raya Pesisir Barat senilai 254 juta dolar dari komitmen Pemerintah A.S. senilai 409 juta dolar untuk proses pemulihan dan rekonstruksi menyeluruh di Aceh. Seiring kegiatan pembangunan yang berlangsung di sepanjang jalur proyek ini, kesempatan kerja bagi penduduk setempat terus berkembang. Pihak kontraktor USAID kini terus meningkatkan kapasitas lokal melalui pelatihan konstruksi, manajemen proyek, dan penyeliaan. “Dengan diumumkannya kontraktor terpilih, proyek pembangunan jalan antara Banda Aceh dan Calang ini memasuki babak baru,” kata Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dalam konferensi pers tersebut. “Oleh karenanya, saya tak ragu untuk mengatakan bahwa kita benar-benar telah siap untuk membangun kembali jalan tersebut – dalam rangka membangun kembali Aceh.” Kim Seung Joon, Wakil Presiden Eksekutif Ssangyong Engineering, menerima pemberian kontrak bagi kemitraan tersebut. “Kami berharap dapat bekerjasama dengan P.T. Hutama Karya dan USAID dalam proyek ini dan kami merasa senang dapat turut serta dalam rekonstruksi pasca tsunami yang tengah berlangsung di Provinsi Aceh,” ujarnya.
Proyek jalan ini didukung oleh perusahaan manajemen desain dan
konstruksi Parsons Global Services Inc., sebuah perusahaan yang
berpusat di A.S., serta kontraktor pembangunan P.T. Wijaya Karya (WIKA). * * *
|
Home Page Kedutaan AS
Pusat
Informasi Kedutaan AS | Informasi
Visa | American
Citizen Services
Link ke situs Internet yang bukan milik pemerintah Amerika bukan berarti bahwa pemerintah Amerika menyetujui sudut pandang organisasi tersebut.